INDONESIA AKAN JADI NEGARA MAJU TAHUN 2045, INI VERSI JOKOWI!

  


Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini Indonesia mampu menjadi negara maju pada 2045 nanti. Salah satunya dengan memanfaatkan kekuatan yang ada di dalam negeri.


Menurut Jokowi, ada tiga syarat untuk Indonesia menjadi negara maju yakni mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur, meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan hilirisasi.

Untuk hilirisasi disebutkan, Indonesia harus tetap konsisten berani mengambil kebijakan untuk menghentikan seluruh ekspor bahan mentah produk unggulan dalam negeri seperti CPO, nikel, batu bara hingga bauksit. Ini semua harus diekspor dalam bentuk setengah jadi maupun jadi.

 

Dengan konsisten melakukan langkah ini maka pendapatan per kapita Indonesia bisa naik hingga US$27 ribu per kapita.

"Jika semua dikerjakan di dalam negeri dan hitung-hitungan kita di 2045 kalau ada konsistensi kepemimpinan dengan keberanian stop ekspor bahan mentah sampai tahun itu (2045) insyaallah kita sudah ada di angka US$21 ribu sampai US$27 ribu income per kapita kita. Betul-betul kita sudah berada pada posisi negara maju," kata dia dalam Rakernas II PDIP, Selasa (21/6).

Jokowi mempertegas komitmennya terkait hilirisasi industri di mana tahun ini akan dilakukan penyetopan ekspor bahan mentah bauksit setelah nikel. Dengan begitu nilai tambah akan tercipta di dalam negeri.

"Kalau industri ada di sini, PPh badan dapat, PPh karyawan dapat, PPh perorangan, pajak dapat, bea ekspor dapat, bea keluar dapat, besar sekali yang kita dapat. Itu lah yang sering saya hitung-hitung dan juga dihitung oleh lembaga Internasional bahwa kalau kita nanti bisa buka gerbang masuk kepada income per kapita lebih dari US$ 11.000, moga-moga bisa ke sana di 2030 artinya gerbang itu sudah bisa kita buka," jelasnya.

 Kepala negara ini menyebutkan, jika produk unggulan ini diekspor dalam bentuk setengah jadi ataupun jadi maka akan memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia. Sebab, proses industrialisasinya terjadi di dalam negeri yang akan memberikan lapangan kerja hingga pemasukan ke kas negara.

"Kalau industri disini, PPh (Pajak Penghasilan) dapat kita, PPh badan kita dapat, bea ekspor dapat, bea keluar dapat. Besar sekali yang kita dapat," jelasnya.

Namun, jika yang di ekspor adalah produk mentah maka yang mendapatkan keuntungan dan nilai tambah adalah negara importir.

"Kalau kita kirim barang mentah yang dapat nilai tambah negara lain, yang dapat lapangan pekerjaan negara lain, yang dapat pajak juga negara lain," pungkasnya.

Meski begitu, Jokowi mengingatkan bahwa untuk mencapai Indonesia menjadi negara maju memiliki tantangan yang tidak mudah terutama pembangunan SDM. Tanpa gotong royong, Indonesia akan sulit menghadapi kompetisi global saat ini.

 

"Tidak hanya berkompetisi di bidang ekonomi, bisnis, tapi juga SDM di bidang sains dan teknologi. Termasuk yang kita alami sekarang ini, kompetisi dalam menghadapi krisis pangan maupun krisis energi global," tandas Jokowi.

Dengan kondisi ini,Jokowi menilai, pintu gerbang untuk menjadi negara maju terbuka lebar. Perekonomian Indonesia 2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp16.970,8 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp62,2 juta atau US$4.349,5.

"Itung-itungan di 2045, ada konsistensi kepemimpinan, keberanian menyetop ekspor bahan mentah, Insya Allah kita akan berada di US$ 21 ribu sampai US$ 27 ribu income perkapita. Tapi tantangan tidak mudah," tegas Jokowi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROYEK STRATEGIS NASIONAL KILANG LNG TANGGUH TRAIN 3 DIPASTIKAN SELESAI

APBN SURPLUS RP. 132,2 TRILIUN, KEUANGAN INDONESIA MEMBAIK