MASYARAKT SENANG DENGAN KINERJA PEMERINTAH ERA JOKOWI
Jakarta -- Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan menilai banyak masyarakat yang beranggapan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin baik.
Pernyataan ini ia sampaikan merespons survei Litbang Kompas yang menyatakan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah pada periode Juni ini menurun.
"Secara umum, kita rasakan banyak juga kok masyarakat yang senang dengan program dan kinerja pemerintah hari ini," kata Irfan saat dihubungi CNNINdonesia.com, Selasa (21/6).
Namun, ia memastikan survei tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah kedepannya. Irfan menyebutkan pemerintah akan selalu memperbaiki kinerja demi masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menganggap penurunan kepuasan publik merupakan hal yang biasa. Ia menilai kepuasan publik cenderung naik turun.
"Ya biasa kan turun naik gitu. Turun naik itu tergantung pada peristiwa pada saat survei itu," kata Mahfud di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/6).
Sebelumnya, Litbang Kompas merilis survei terbaru mengenai kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Tingkat kepuasan publik berada di angka 67,1 persen. Angka itu turun 6,8 persen dari kepuasan publik pada Januari 2022.
Survei itu mengungkap 44,7 persen responden tidak puas dengan pemberantasan suap dan jual beli kasus hukum. Sementara itu, 43,2 persen mengaku tak puas dalam hal pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Kemudian, khusus di bidang ekonomi, ketidakpuasan tertinggi terkait kinerja pemerintah mengendalikan harga barang dan jasa dengan angka mencapai 64,5 persen. Di urutan kedua, dalam penyediaan lapangan kerja atau mengurangi pengangguran sebesar 54,2 persen.
Masalah penanganan pandemi Covid-19 dan penegakan hukum menjadi sorotan masyarakat.
Survei Charta Politika menunjukkan angka kepuasan masyarakat pada pemerintah ada di angka 62,4%.
Sementara, 34,1% tidak puas dan 3,5% responden mengatakan tidak tahu.
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya mengatakan tingkat ketidakpuasan masyarakat naik tajam, bila melihat data kepuasan dari waktu ke waktu.
“Angka ketidakpuasan itu naiknya cukup tajam dari sekitar 21% menjadi 34%. Jadi, banyak responden yang tadinya mengatakan tidak tahu sekarang berani lebih tegas mengatakan mereka tidak puas,” jelas Yunarto dalam Program Kompas Petang, Jumat (13/8/2021).
Yunarto juga menyebut, angka kepuasan masyarakat saat ini menjadi salah satu yang terendah selama kepemimpinan Presiden Jokowi.
“Kalau kita membandingkan data awal periode kedua sebelum Covid-19 sampai kemudian pada 12-22 Juli kemarin, memang ada tren penurunan walau tidak terlalu tinggi. Ini adalah angka kedua terendah setelah April 2020. Saat itu PSBB awal, ada kekagetan masyarakat,” katanya.
Menurut Yunarto, peningkatan ketidakpuasan masyarakat ini terkati masalah penanganan pandemi dan penegakan hukum.

Komentar
Posting Komentar