SAMBUT IKN – DAERAH PENYANGGA MULAI BERBENAH
Jakarta – Ibu Kota Nusantara adalah ibu kota masa depan Indonesia, yang akan diresmikan pada tahun 2024. Kota yang direncanakan akan menggantikan Jakarta, ibu kota negara sejak tahun 1945. Dengan adanya Ibu Kota Nusantara ini tentunya berdampak positif bagi daerah penyangga di Kalimantan Timur.
Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono mengatakan bahwa terdapat tiga aspek yang harus dipenuhi pemerintah dalam mempersiapkan pembangunan IKN dengan sebaik-baiknya, yaitu aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga regulasi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah mengalokasikan anggaran belanja APBN tahun 2023 sebesar Rp27 triliun hingga Rp30 triliun untuk pembangunan ibu kota negara (IKN) baru.
Cakupan wilayah IKN terdiri dari wilayah darat dan laut. Wilayah darat memiliki luas kurang lebih 256.142 hektar area (ha). Sedangkan wilayah perairan laut memiliki luas kurang lebih 68.189 hektar area (ha). Adapun untuk wilayah darat IKN nantinya akan terbagi menjadi dua kawasan
Menyambut ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim), banyak daerah penyangga mulai mempersiapkan diri. Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Karo Humas) Provinsi Kaltim M Syafranuddin.
“Ini kita tidak hanya bicara kawasan IKN, banyak yang merasakan dampak ini, sekarang aja Banjarmasin menyatakan gerbang IKN karena mereka juga akan membangun tol Banjarmasin ke IKN, itu dicetuskan didepannya Pak Jokowi oleh gubernurnya,” kata dia dalam Forum Group Discussion bersama JawaPos, Selasa (8/6).
Bukan hanya di Pulau Kalimantan saja yang bersiap, di Pulau Sulawesi, khususnya Kota Palu, Sulawesi Tengah juga menggenjot sektor pertaniannya untuk mensuplai kebutuhan di Kaltim.
“Jadi memang semua daerah ada, jangankan satu Pulau Kalimantan, Sulawesi juga mempersiapkan diri, terutama Palu, mereka kan sumber daya alam pertaniannya sudah siap. Mereka akan mempersiapkan untuk membuka lahan pertanian yang lebih besar,” jelasnya.
Begitu juga untuk kebutuhan konstruksi pembangunan IKN nanti. “Dari Palu ke Kaltim itu sekitar 6 jam, bahkan beberapa rekan pengusaha sudah berpikir bagaimana stok batu dari Palu, karena Palu juga terkenal konstruksi bangunan, ada juga berdiri pabrik semen di Kutai Timur, itu efek-efek dari IKN,” tambahnya.
Banyak masyarakat yang melihat potensi dari pembangunan IKN ini, karena untuk mengerjakan proyek ini tentunya membutuhkan SDM serta material yang tidak sedikit. “Tanpa kita suruh, masyarakat sudah bisa melihat potensi yang bagus karena pembangunan ini butuh SDM atau material yang lain,” pungkas dia.

Komentar
Posting Komentar